Senin, 09 Februari 2015

[K-Drama] Kill Me, Heal Me Ep 10

Kill Me, Heal Me 
Episode 10
Lagi-lagi Do Hyun mengingat sepotong ingatannya saat berada di ruang bawah tanah. Ia mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ia kali ini jelas mengingat ia bersama seseorang, tapi kenangannya masih kabur.
Kembali ke kenyataan, Do Hyun begitu bangun sudah menjadi Se Gi, Se Gi begitu marah karena Ri Jin bersama dengan Do Hyun.
Ri Jin berusaha menjelaskan kondisinya, tapi Se Gi sudah tidak mau tahu lagi. Karena Do Hyun mengabaikan peringatannya, maka kali ini Se Gi akan merusak kehidupan Do Hyun.
Ri Jin berusaha menenangkan Se Gi, bahwa ia berada di dekat Do Hyun bukan karena ingin membunuh semua kepribadian Do Hyun, tapi hanya menjadi perantara saja. Se Gi tidak mau tahu dan tetap membuat Ri Jin memilih dirinya atau Do Hyun.
Kalau Ri Jin menginginkan Do Hyun maka semua kepribadian akan mati.
Ri Jin berusaha mencari tahu apa yang akan dilakukan Se Gi dan berusaha menahan Se Gi, tapi Se Gi tidak mempedulikan dan pergi begitu saja. Ri Jin berusaha menahan Se Gi sampai ia rela terjatuh dan terseret di lantai saat menahan Se Gi.
Se Gi walau terlihat mengacuhkan Ri Jin, tapi ia masih berbuat lembut dengan menolong Ri Jin berdiri. Ri Jin bahkan sempat terlihat menahan senyum atas tingkah Se Gi ini. Se Gi masih bersikeras menghancurkan kehidupan Do Hyun dan akan pergi saat Ri Jin memeluknya untuk menahannya.
Ri Jin berusaha menahan Se Gi selama mungkin, tapi Se Gi malah menjauhkan Ri Jin darinya dan meminta Ri Jin tidak menyentuhnya jika tidak menginginkannya. Setelah melepaskan pelukannya dan ditolak Se Gi, Ri Jin merinding sendiri dengan tingkah yang dia lakukan terhadap Se Gi.
Se Gi mengunci Ri Jin dari luar rumah dan pergi begitu saja. Ri Jin mencari tahu kemana Se Gi pergi setelah melihat video Se Gi yang sebelumnya ia rekam untuk memperingatkan Do Hyun agar tidak mendekati wanitanya.
Se Gi pergi ke rumah Chae Yeon, di sana ada Ki Joon yang sedang memberikan cincin pertunangan untuk Chae Yeon. Chae Yeon terlihat tidak bahagia menerimanya tapi ia berasalan itu karena mungkin ia terlalu tegang dengan pertunangannya, dan Ki Joon sudah meminta maaf atas sikapnya. 
Sek. Ahn segera datang setelah Ri Jin memberitahu kondisinya, Ri Jin meminjam mobil Sek. Ahn dan pergi ke tempat Chae Yeon. Saat Ki Joon pulang, ia melihat mobil merah tapi mengacuhkannya.
Begitu Ki Joon pergi dari kali ini Se Gi yang berada di mobil menghubungi Chae Yeon. Chae Yeon berusaha menghindari Se Gi, tapi akhirnya Se Gi berhasil masuk ke dalam rumah Se Gi.
Tidak beberapa lama Ri Jin datang tapi ia belum tahu ke mana Se Gi pergi, dan saat itulah Se Gi muncul.
Se Gi sempat terkejut juga karena Ri Jin mengetahui keberadaannya. Ri Jin mencari tahu apa yang dilakukan Se Gi pada Chae Yeon, tapi Se Gi meminta Ri Jin menggunakan imajinasinya dan menghiraukan semua pertanyaan Ri Jin.
Se Gi akan masuk ke mobilnya, tapi Ri Jin langsung memintanya masuk ke mobil yang ia bawa. Se Gi menurut, ia langsung duduk di mobil supir, Ri Jin lagi-lagi menyuruh Se Gi tidak duduk di sana karena ia dalam keadaan setengah mabuk. Se Gi menurut dan ia tidak ingin repot dengan keluar dari mobil, ia tinggal menggeser ke samping.
Ri Jin masih sedikit khawatir dan bertanya lagi pada Se Gi. Se Gi menjawab banyangkan saja dengan imajinasimu sebanyak kepercayaanmu kepadaku. Ri Jin tidak menyerah, tapi Se Gi menjawab lagi bukankah Ri Jin begitu penasaran? itu seperti dirinya. Ia juga membanyangkan apa yang telah dilakukan Do Hyun selama ini dengan Ri Jin dan ia akan percaya pada Ri Jin sebesar imajinasinya juga. Ri Jin tidak bisa berkata lagi mendengar pernyataan Se Gi, apalagi ia tidak berhenti meminta Ri Jin membunuh Do Hyun.
 Sek. Ahn mengira Do Hyun sudah kembali, dan membuat Se Gi muak karena di sekitarnya banyak orangnya Do Hyun. Sek. Ahn khawatir jika Ri Jin hanya bersama Se Gi saja dan ingin menemani Ri Jin di rumah tapi Ri Jin menolaknya. Ia mengatakan mereka akan baik-baik saja.
 Ri Jin meminta ia berbicara pada Se Gi. Se Gi mengatakan bahwa percuma Ri Jin berada di sana karena Do Hyun tidak akan kembali.
Ri Jin meminta penjelasan maksud perkataan Se Gi. Do Hyun mulai mencoba mengingat tentang masa lalunya, tapi ia terlalu pengecut untuk menerimanya makanya ia tidak akan kembali. 
Ri Jin bertanya apa Se Gi tahu tentang ingatan Do Hyun itu, tentu saja karena ia yang mengalami semuanya untuk mengantikan Do Hyun karena Do Hyun terlalu takut. Ri Jin bertanya apa dalam ingatan Se Gi dirinya ada di dalamnya? Se Gi sempat terdiam memikirkannya dan membuat pilihan Ri Jin untuk memilihnya jika ia ingin tahu. Ri Jin tidak terima, karena bagaimanapun juga ia tidak punya kemampuan itu. Selain itu Se Gi malah mengancam Ri Jin, semakin ia mengetahui tentang Do Hyun, maka semakin besar keputusan yang akan dilakukan oleh Ri Jin.
Chae Yeon masih merasa syok setelah kepergian Se Gi, apalagi ia mengingat perkataan Se Gi bahwa Se Gi seolah-olah ingin bersamanya.
 Malam itu, Ri Jin tertidur di sofa, dan Do Hyun memberikan selimut untuknya. Ri Jin merasa lega karena Do Hyun telah kembali, tapi dengan tersenyum Do Hyun berterima kasih pada Ri Jin.
 Ri Jin terbangun, dan ternyata itu hanya mimpinya. Ri jin segera mencari keberadaan Se Gi, tentu saja Se Gi sudah tidak ada dan ia sudah berada di depan rumah Chae Yeon untuk mengambil mobilnya.
 Chae Yeon awalnya heran dengan kemunculan Se Gi, tapi Se Gi sengaja ingin mempermainkan Chae Yeon jadi ia cuek saja pergi setelah mengambil mobilnya dan berkata akan mengambil mobil yang dia bawa pagi itu.
Di perusahaan, dengan gaya modisnya membuat wanita terpesona padanya dan Se Gi menikmatinya. Ki Joon melihatnya dan heran dengan perubahan Do Hyun itu.
 Do Hyun langsung pergi ke ruangan neneknya, dan menyapa kakeknya dengan sebutan ayah (melihat ini sedikit bingung, karena silsilah keluarga Seung Ji group belum jelas, jadi terima saja).
Sek. Ahn dan Ri Jin mencari tahu keberadaan Se Gi tapi tidak berhasil menemukan ia di ruangannya. Dari Sek. Ki Joon mereka menemukan Se Gi di ruang rapat harian yang biasa di lakukan oleh Do Hyun. Sek. Ahn meminta Se Gi untuk berbicara keluar, tapi Se Gi menolaknya dan dengan terpaksa Sek. Ahn membawa Se Gi keluar bersama dengan kursi yang ia duduki. 
Ri Jin memukul-mukul Se Gi begitu di luar, apalagi semenjak Se Gi meminta Ri Jin untuk tidak menyentuhnya kalau tidak memilihnya.
Sek Ahn melihatnya dan berusaha menghentikan mereka berdua karena mereka ada di kantor.
Mendengar itu membuat Se Gi semakin menjadi-jadi, ia sedang menjadi Do Hyun dan harus menghadiri rapat. 
Se Gi kembali ke tempat duduknya dan ia masuk ke ruangan dengan cara mendorong kursinya, Sek.Ahn dan Ri Jin tidak bisa berbuat apa-apa dan memilih membiarkannya karena sudah terlambat. 

Sek. Ahn dan Ri Jin akan masuk, saat tiba-tiba Sek.Ahn dihubungi ibu Do Hyun yang minta bertemu dengan Ri Jin. Sek. Ahn sempat kaget saat tahu bahwa Se Gi tidak berkosentrasi dalam rapat malah mencoret-coret tentang Ri Jin bahwa Ri jin adalah bintang di hatinya dan mengatai Ki Joon, melihat itu Sek.Ahn langsung merebut kertas itu.
 Ki Joon sedikit menahan marah dan meminta Se Gi melaporkan perkembangan pekerjaannya. Se Gi tentu saja tidak mengerti dan dibantu Sek.Ahn ia menjelaskan bahwa Do Hyun sudah mendapat persetujuan OMEGA. Ki Joon kaget dan meminta menyerahkan ke tim lain untuk menyelesaikan proses selanjutnya.


Se Gi kali ini menjawab balik tidak seperti Do Hyun yang selalu mengalah pada Ki Joon walau selalu dipojokkan dan dipermalukan di depan karyawan mereka. Kali ini Se Gi memojokkan Ki Joon karena ia yang bersusah payah kenapa ia harus menyerahkan pada orang lain?


 Sek. Ahn kaget dengan pernyataan Se Gi dan agar tidak semakin rumit Sek. Ahn menengahi mereka.
 Ia menjelaskan bahwa syarat kontrak itu agar Do Hyun yang melakukannya, mendengar itu Ki Joon tidak bisa berbicara lagi dan saat kembali ke ruangannya ia terlihat marah.
Se Gi heran, kenapa Do Hyun masih saja bersikap seperti itu dan tidak berbuat apa-apa. Sek. Ahn menjelaskan itu karena tanggungjawab. Dari pembicaraan Sek. Ahn, Se Gi sadar bahwa Sek. Ahn memojokkan dirinya, karena dirinya maka Do Hyun yang harus menanggung semuanya.

Se Gi tidak terima mendengarnya dan memberitahu Sek. Ahn bahwa Do Hyun tidak akan kembali. Sek. Ahn terlihat berpikir dengan pernyataan Se Gi itu.

 Se Gi mencari-cari Ri Jin tapi ia tidak menemukannya dan Sek. Ahn memberitahu bahwa ibu Do Hyun ingin bertemu dengan Ri Jin. Begitu tahu Ri Jin bersama ibu Do Hyun ia marah pada Sek. Ahn karena membiarkan mereka bertemu.
 Sek. Ahn sedikit bingung karena Se Gi begitu marah saat tahu Ri Jin bersama ibu Do Hyun dan menanyakan maksud perkataan Se Gi, tapi Se Gi tidak menjawab dan bertanya ke mana Ri Jin pergi.
Ibu memberikan tas pada Ri Jin sebagai barang suap, Ri Jin terjebak dan terpaksa menerimanya. 

 Ibu ternyata hanya ingin tahu kehidupan Do Hyun terutama tentang saat Do Hyun tidur apa masih mengalami mimpi buruk? Ri Jin mengingat kondisi terakhir Do Hyun dan mulai bertanya pada Ibu.
Belum sempat Ri Jin bertanya lebih jauh tentang masa lalu Do Hyun yang membuat ibu terkejut, Se Gi datang dan marah pada ibu agar tidak memanggil Ri Jin lagi. Ibu terkejut dengan sikap Do Hyun dan mengira bahwa Do Hyun mengingat semuanya. 
 Se Gi memaksa Ri Jin masuk ke mobil dan marah-marah pada Ri Jin karena bertemu dengan ibu Do Hyun.
 Dari pernyataan Se Gi, Ri Jin tahu bahwa Do Hyun pernah mengalami penganiayaan saat kecil dan ibu sebagai saksi hanya diam saja saat itu.
Ri On saat itu sedang melakukan simulasi panjat tebing (nggak tahu namanya) dan mengingat semua pertemuannya dengan Do Hyun, rasa sakit Do Hyun, perubahan sikap dan perkataan Ri Jin dan menyadari bahwa Do Hyun mempunyai penyakit kepribadian ganda (D.I.D).
Begitu pulang ke rumah, Se Gi meminta Ri Jin membereskan pakaiannya dan mereka akan pergi dari rumah itu. Ri Jin menanyakan alasan kenapa Se Gi menutup mulut tentang kejadian masa lalu Do Hyun. 
Se Gi menjawab karena Do Hyun tidak akan sanggup menerima semuanya. Ri Jin berkata mungkin jika ia tahu maka Do Hyun bisa menerimanya saat ini dan bagaimanapun juga Do Hyun harus bisa melaluinya, Se Gi sedikit meninggikan suaranya dan berkata jika itu yang terjadi maka mereka yang akan mati.
 Selama ini mereka yang berada di posisi Do Hyun untuk menghentikan rasa sakit Do Hyun. Ri Jin juga sedih mendengarnya dan bertanya lagi pada Se Gi apa dirinya ada dalam ingatan Se Gi? Se Gi tidak menjawabnya dan pergi ke kamarnya.
Ri On tiba-tiba muncul di rumah Do Hyun, dan menyeret paksa Ri Jin agar pergi dengannya dan meminta maaf pada kedua orang tua mereka.
Ri Jin memohon bahwa hanya sementara dan waktunya kali ini tidak tepat. Ri On tidak mempedulikannya dan mengancam akan membocorkan bahwa pewaris Seung Ji group mempunyai penyakit D.I.D, mendegar itu Ri Jin kaget dan masuk ke dalam mobil dengan pasrah. 
 Se Gi ternyata sudah ada di luar juga dan bertanya apakah benar Ri On adalah kakak Ri Jin. Ri On meminta Ri Jin diam di dalam mobil dan mendekati Do Hyun, ia sadar bahwa itu bukan Do Hyun dan akan menyelesaikan pemutusan kontrak jika Do Hyun sudah kembali.
 Bagaimanapun Se Gi tidak bisa membiarkan Ri On membawa Ri Jin sedangkan ia melihat Ri On memperlakukan Ri Jin bukan sebagai adik.
Ri On membalas ia juga tidak bisa membiarkan Ri Jin bersama Do Hyun karena ia adalah anak dari Seung Ji group. Se Gi tidak bisa membalas perkataan Ri On dan hanya bisa diam menahan marah mendengarnya. 
 Sedangkan Ri Jin yang melihat Se Gi dari dalam mobil khawatir dengan Se Gi, tapi Ri On malah memarahi Ri Jin dan berkata ini bukan saatnya untuk memikirkan orang lain.
Begitu sampai di rumah orang tua mereka, Ri On meminta Ri Jin meminta pengampunan, berhenti menjadi dokter dan tidak mengatakan tentang Do Hyun ataupun Seung Ji group. Ri Jin heran tapi Ri On meminta Ri Jin menuruti perkataannya.
 Dokter Seok ternyata sedang berada di rumah Ri Jin, mereka kaget melihat kedatangan Ri Jin.

Ibu marah dan hampir memukul Ri Jin, ayah mencoba menghentikannya tapi tidak bisa membela Ri Jin dalam posisi ini.
Dokter Seok berusaha melerai pertengkaran itu, tapi ibu malah menuduh sebenarnya dokter Seok mengetahuinya. Ayah membela dokter Seok tidak mungkin melakukan itu walau akhirnya nada suara ayah berubah menjadi curiga juga
Dokter Seok mencoba menjelaskan posisi Ri Jin dan meminta maaf atas perbuatan Ri Jin, membuat orang tua Ri Jin mengerti. 
Ri On di kamarnya tentu saja melihat semua informasi yang ia temukan dan ia merasa kasian juga dengan Do Hyun karena ia mengira Do Hyun bahagia berada di Seung Ji group, tapi melihat kondisi Do Hyun yang mempunyai kepribadian ganda membuat Ri On berpikir bahwa Do Hyun juga terluka. 
Ri Jin berbicara pada dokter Seok, dan mereka membicarakan situasi Do Hyun.
 Mereka menyimpulkan bahwa saat ini ada dua kemungkinan bahwa Do Hyun akan kembali semakin kuat atau sebaliknya jika mengingat semuanya. Dokter Seok mengganggap bahwa saat ini Do Hyun harus bernegosiasi dengan dirinya sendiri agar bisa kembali. Ri Jin merasa bingung dengan apa yang akan ia lakukan dalam posisi ini. Ia ingin membantu Do Hyun, tapi posisinya kali ini tidak bisa berbuat apa-apa.

Se Gi bercermin dan seolah-olah mengingatkan dan menantang Do Hyun untuk keluar jika ia berani melakukan semuanya, tidak lari lagi atau membalas semua orang yang membuatnya seperti monster. Jika Do Hyun tidak berani maka dirinya yang akan melakukan semuanya untuk Do Hyun.
Se Gi masuk ke ruang kerja nenek di rumah, nenek terkejut karena kemunculan Se Gi. Se Gi masuk diam-diam itu seperti keinginan nenek yang memintanya seperti seseorang yang tidak pernah ada.
Se Gi kali ini mengancam nenek dan meminta nenek menyerahkan perusahaan kepadanya. Bahkan Se Gi memecahkan foto ayah Do Hyun, dan semakin membuat nenek marah.Nenek akan menampar Se Gi, tapi Se Gi menahannya dan semakin membuat nenek terkejut dengan tingkah Se Gi.

 Se Gi berkata akan menyelesaikan semua apa yang tidak bisa diselesaikan nenek. Setelah itu Se Gi pergi ke tempat ayah Do Hyun, ia menyalahkan ayah karena menyelamatkannya dan membuatnya seperti sekarang ini.
To Be Continue

Tidak ada komentar: